- Sebelumnya gue mau cerita dulu kenapa buku ini gue jadiin referensi buat yang suka jalan-jalan. Boleh kan? boleh. Sippp.
- Berawal dari hobi pecicilan gue yang gak jelas, gue jadi suka jalan-jalan sama temen-temen gue. mulai dari Nanjak Gunung, Nikmatin pantai dan laut, menyusuri goa. yaa sebenernya si belum banyak cuman aja gitu sekarang jadi sering bikin planning yang belum tentu jelas. Seperti aja gitu rencana selanjutnya mau nanjak ke Pangrango bulan Mei ini. Maksud hati cari referensi medan di sana gue malah nyemplung ke blogger yang udah terkenal di kalangan pecinta alam terutama haiking, Acen Trisusanto. Di kisah pangrango dia bilang ngeliat om poci yang arti sebenarnya adalah POCONG. Sodara-sodara Pocong. Tau kan pocong itu apa?! iiihhh males banget bayangin lagi capek-capek nanjak terus ketemu gituan. Tapi ceritainnya nanggung banget broo, jadi aja gue penasaran. Nah di kolom komentar ada yang minta cerita ini di masukkin ke bukunya kelak yaitu "Penunggu Puncak Ancala". kalau mau tau lebih lanjut kisahnya baca aja ini http://www.jalanpendaki.com/2014/05/gunung-pangrango-pantang-menyerah.html .
- Okey, dengan rasa penasaran yang tinggi akhirnya weekend itu gue langsung cari bukunya dari mall ke mall. Kebetulan gue tinggal di Bekasi yang letak mall per mallnya berdekatan. Awalnya gue ke Grand metropolitan dan ternyata gak ada toko buku di sana, puter balik ke Metropolitan mall stock kosong, nyebrang ke kiri gue ke BCP dan stock kosong, akhirnya dengan peluh membasahi baju gue di senja itu gue ke Mega Bekasi Mall dan stock kosong. Kecewa? YA BANGET. Tapi ya paham juga si, soalnya buku ini emang terbitan lama kan 2 tahun lalu. Akhirnya gue putusin buat cari bukunya di Internet dengan harapan "Gak apa deh buku bekas juga, yang penting gue baca buku ini.". Dan di malam itu akhirnya gue nemuin juga tu buku di situs toko buku online, Bukupedia.com ( http://www.bukupedia.com/id/book/id-82468/penunggu-puncak-ancala.html ) dan stock tersedia dan ini Buku baru dan Original. Entah berapakali Yess yang gue lontarkan kala itu. Gak pake babilu langsung gue order tu buku, 3 hari nyampe. PUASSSS banget gue akhirnya punya buku ini. Dan sepertinya bakalan ketagihan belanja buku online kalau semudah ini. hahaha
-
- 6022201136
- 2013
- 216
- Bukune
- Indonesia
- Dan setelah agak takut-takut gue mau baca buku ini akhirnya gue baca juga. Hummm sebenernya gue takut setelah baca buku ini gue jadi ogah pecicilan lagi, tapi ternyata buku ini justru kasih gue pelajaran. Seminggu setelah gue baca buku ini, gue pecicilan lagi ke Goa Jepang di Pangandaran dan gue bertemu "itu", kalau aja gue gak baca buku ini dulu mungkin gue bakalan kepikiran, atau teriak, atau bikin ribut di situ yang akhirnya bikin si "itu" gak seneng kemudian terjadi hal-hal yang tidak ingin terjadi.
- Siapa si ya yang gak suka jalan-jalan, kayaknya semua orang suka deh sama yang namanya jalan-jalan. Mungkin yang bikin beda tempat jalan-jalannya aja. Buku ini mengisahkan tentang pengalaman mereka yang punya hobi jalan-jalan ke wisata alam. Ada yang ke gunung, Caving goa-goa, pulau, dll. Sama halnya kaya gue yang suka sama yang berbau-bau alam. Memang gak bisa di pungkiri dimana-mana pasti ada "mereka". Tapi untuk wisata alam terbuka kesempatan bertemu mereka lebih besar. Dimana kadang kita datang ke tempat itu dengan ketidak tahuan kita, karena tujuan kita mengunjungi tempat itu adalah menatap dan bersentuhan langsung dengan keindahan yang kuasa.
- Seperti halnya di buku ini, si penulis mungkin tidak tahu sebelumnya kalau di tempatnya bertualang dahulu kala ada kejadian pembunuhan. Sampai akhirnya si penulis bertemu langsung dengan pemeran utama di kejadian itu.
- Atau di buku ini pula di kisahkan tentang danau Singkarak yang pesona alamnya luar biasa ternyata ada misteri di dalamnya.
- Dan bisa juga ternyata dengan hal sepele yang kita anggap main-main, itu justru mengundang mereka untuk segera menemui kita.
- Seperti saja saat terpisah dari rombongan, kemudian tiba-tiba ada yang menemani dan bahkan menyemangati untuk terus melangkah, tapi setibanya di puncak dia tidak lagi terlihat. Ada yang seperti itu? ADAA.
- Atau saat pulasnya tertidur tiba-tiba kebelet pipis, dan saat hendak kembali tidur tenyata sleeping bag-nya sudah ada yang memakainya. Kalau yang ini ada? Adaaa banget.
- Buku ini merupakan kumpulan cerita dari lima penulis. Dimana ceritanya bukan fiksi melainkan fakta, ya ini kisah nyata. Kengerian yang di tuliskan sangat sampai kepada pembaca, terasa sekali khususnya untuk pembaca yang memang punya pengalaman yang sama. Selain menceritakan kengerian buku ini juga meberikan anjuran. Apa sih yang harus kita lakukan jika di petualangan kita bertemu dengan "mereka"? atau apa sih yang seharusnya tidak kita lakukan saat bertualang supaya tidak bertemu "mereka"?. Walaupun kita sadar hidup kita memang berdampingan tapi saat bertemu mereka biasanya kita belum siap. Jangan gegabah atau kita justru salah melangkah. Berpegangan pada Yang Maha Kuasa dan menjaga tempat berkunjung kita itu wajib.
- Buku ini keren banget pokoknya harus baca biar gak nyesel. Untuk yang memang penakut gue saranin baca buku ini, karena lo justru lebih rentan ketemu mereka dari pada yang berani. Siapin aja diri lo.
- Cerita favorite gue di Gunung Tampomas, cara penyampaiannya asik dan kena banget. lo harus baca deh.
- Dan Tampomas gue masukin daftar pecicilan gue setelah gue baca buku ini. Bareng yukk.... ^_^
- Nih gue kasih sinopsisnya,
- Aku dan teman-teman penasaran akan keberadaan komplek makam Prabu Siliwangi di puncak Gunung Tampomas. Sesampainya di sana, perasaanku jadi tidak enak. Ingin rasanya segera kembali ke tenda. Aku merasa… ada yang mengawasi.Sesosok anak perempuan terlihat mengintip rombongan dari balik pohon. Siapa itu? Kulitnya hitam, bajunya lusuh, dan…. Ah, aku dibuatnya gemetaran, tapi kami saling berjanji untuk tetap diam jika menemukan keganjilan.Perlahan, anak perempuan itu keluar dari persembunyiannya. Sepertinya tidak ada yang sadar bahwa kami tidak lagi bersepuluh, melainkan sebelas. Karena dia kini mengikuti kami di barisan paling belakang.Dan…, selama berjalan… lehernya yang hampir putus juga ikut bergoyang….***Alam tidak hanya menyuguhkan keindahan, tapi juga menyimpan banyak misteri. Dan ini adalah kisah kami, para pencinta alam yang ingin mengalahkan rasa takut.Dalam perjalanan mendaki gunung, menelusuri gua, menapaki hutan, kami bersentuhan dengan “mereka”—penghuni alam lain yang membuat nyali ciut. Namun, bagi para petualang, ketakutan harus dihadapi. Sebab, ke mana pun kami pergi, mereka akan selalu mengikuti….
- ***
- Sebelum lo ketemu dan gak tau harus ngelakuin apa, gue saranin baca buku ini. biar gampang dan langsung sampe beli aja di http://www.bukupedia.com/id/book/id-82468/penunggu-puncak-ancala.html .
- Sekali seumur hidup sebaiknya sempatkan diri menanjak gunung.
- Sekali seumur Hidup pasti menemukan hal mistis. Siap-siap saja.
- Bekasi, 5 Mei 2015
- Salam pecicilan,
- -Anis-
Selasa, 05 Mei 2015
Referensi Bacaan Buat yang Suka Jalan-jalan "Penunggu Puncak Ancala"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar